Nujood Ali Thursday, August 11, 2011

Sisa liburan semester gue tinggal seminggu-an, dan gue berpikir untuk membeli buku. menurut gue ngabisin waktu ngebaca dikamar sambil dengerin lagu adalah suatu hiburan yang menyenangkan. Dan untuk hal yang satu ini gue lebih suka sendirian muter-muter nyari apa yang pengen gue beli. Buku apa yang pengen gue cari??? mwhahwhhaahahaha Gak tau!

Kepikiran mau beli buku Triloginya Pramoedya Anantatoer tapi gue pikir itu bukunya mahal dan tebel kalo nimpukin anjing pake tuuh, pasti mati ditempat kaliii heehehhehehe . Gue baru tau kalo si Donny Dhirgantoro ngeluarin buku terbaru "2" covernya merah darah, unik, simple bgt. Dan ada buku barunya Khaled Hosseini si penulis the Rite runner gue udah nntn filmnya, bagussss cuma gue belum pernah baca bukunya juga sih jadi agak ragu pas mau beli. Trus tadinya mau beli bukunya Indraherlambang Kicau Kacau gak tau yaaah sex appealnya gimana gitu kalo liat si indra diInsert, cerdas.
ARRGGHHHHHH...banyak laah pokoknya buku yang pengen gue beli.. kalo gue jadi orang kaya pasti gue borong itu smuaaaaaaaa buku yang ada di rak, ampe keabang2 juga *lho?*

Ampe akhirnya gue menemukan sebuah buku dengan sampul poto anak pake jilbab hitam, Tulisanya " Im Nujood age 10 and divorced ".

Photobucket

Gue cengoookk liatin ini buku, trus dipojok kanan ada tulisan True story.
Gue pikir : " ha?! kawinnya umur berapaaa? " Gak butuh waktu 5menit buat gue mikir, ok. Gue beli.

kenapa? hahahaahahahahaaaa...karena kalo buat gue pribadi yaa rule's pertama ketika lo milih buku adalah "penasaran apa gak?" percuma kalo covernya seunyu apapun tapi kalo gue gak tertarik yah buat apa? ke dua, gue suka buku tentang True story. dan ada sedikit masalah diotak gue kalo baca buku kayak Harry potter sejenis fiksi gitu, loadingnya lama..lama ngertinya boooww. ke tiga, pas liat covernya gue keinget sama Mukhataran Mai.

Dan, This is an autobiography of this girl who had typical yemeni life at Khardji which literally means 'outside'. Her situations were not unique in fact thousands girls all over the world are facing same even more , but it takes a strong will and intelligence to get herself out of it at such a young age that male dominant society. Pas baca gue ngeliat sisi childish Nujood pas dia cerita tentang saudaranya, asal tahu aja Ibu kandungnya melahirkan 16 kaliii booww... belom lagi yaaah bokapnya itu punya istri 2, Nah Dowla istri kedua bokapnya yang diterlantarkan inilah yang awalnya memberikan dia support untuk pergi kepengadilan. Nujood who doesnt know anything about marriage listen to her parents and married to Faez Ali Thamel ,an thirty year old businessman from Khardji. To make the matters worse , she is sent back to live in the barren village Khardji where there is no electricity and other amenities. Her world was turned upside down. Her new husband had promised her father not to consummate the marriage until she hit puberty, but broke that promise. He beat her and abused her in many ways and her mother in law was also abusing her forgetting that she is just 10 year old. Nujood is forced to engage in unnatural sexual encounters by night and heavy kitchen work by day time. Nah jujur aja gue tuh gondok banget ma bokapnya si Nujood, gak bertanggung jawab tapi pas di pengadilan dia ngaku kalo menikahkan anaknya merupakan bentuk tanggung jawabnya. kenapa? penasaran? beeeeliiiiiii..........

Apa yang dialami Nujood tidak hanya bisa dialami di Yaman saja, tapi diPakistan, Mali, Iran, Irak, Arab Saudi bahkan Indonesia. Adat istiadat, kemiskinan, family value conservative, adalah suatu hal yang sangat besar berpengaruhnya dalam hal ini. Bahkan suku al - Kadri punya peribahasa "Untuk Menjamin perkawinan yang bahgia nikahilah gadis berusia sembilan tahun". Mereka menganggap hal yang wajar menikahi anak dibawah umur. karena mereka berpandangan Nabi Muhammad seorang panglima perang melakukan hal yang serupa dengan menikahi seorang gadis dibawah umur. Tapi sepengetahuan gue, Muhammad melakukan hal tersebut karena pada saat itu ada banyak anak dan wanita yang yatim karena suami atau ayah mereka meninggal ketika perang. wanita, anak adalah komoditi dari waris yang dianggap hanya seperti barang sehingga banyak yang menjadi budak. Muhammad menikahinya agar mengangkat derajat anak-anak yatim tersebut dan membuat suatu perdamaian. Apabila direfleksikan dengan keadaan sekarang jelas hal ini berbeda dan tidak cocok diterapkan lagi.

Mirisnya untuk keluarga seperti Nujood ini wanita tidak mempunyai "hak" untuk membicara tidak. karena keputusan apapun itu ada ditangan Orangtua lelaki dan "anak lelaki". Dan dilihat dari banyaknya jumlah anak yang dilahirkan oleh Ibunya yang hidup digaris kemiskinan sehingga sudah tentu Nujood tidak mendapatkan pendidikan yang layak, dan "bercerai" adalah suatu hal yang dianggap tabu, contohnya saja istri ke dua ayahnya Dowla mereka menikah secara sah ketika dowla berumur 20 (ini dianggap perawan tua)setelah memberikan 5 anak, Dowla "ditelantarkan" begitu saja sehingga beberapa anaknya menjadi pengemis di jalan. Ditelantarkan, tidak diberi nafkah secara lahir batin dan tidak dicerai, maka status pernikahannya "digantung"

Pada Februari 2009 Parlemen yaman meloloskan undang-undang baru yaitu menaikkan usia akil balig yang legal yaitu 17 thn untuk perempuan dan laki-laki, yang tadinya 15 thn. Dan mengizinkan seorang laki-laki untuk menikah lebih dari 1 kali apabila secara finansial mampu. Tapi walaupun undang-undang ini telah diloloskan namun mayoritas anggota parlemen Presiden Ali Abdullah belum memberlakukan.

Melihat kenyataan apa yang gue baca dari buku tentang pernikahan, masa-masa kecil Nujood Ali yang dirampas ini, jujur aja ada rasa sedikit ketakutan. Ada beberapa hal sih yang bakal gue jadiin sebuah apa yaaah bilangnya..yah semacam hal yang akan gue perhatiin ketika gue berhubungan dengan seorang laki-laki nantinya. I would wish, itself it pleases God, do the encounter of an educated man, cultivated, that be eloquent and elegant, with a strong character to the direction where he would assert himself in the debate and would impose (with diplomacy) his point of view, not hesitating to reply me, to correct me and concerned to complete my instruction to different levels (and mutually). It is evident that the charm have their role to play (one pleases oneself "also" physically). Mutual and reciprocal support, love, complicity, communication and confidence are for me the pillars of the conjugal harmony. Marriage is for me a long conversation.